Jasa Outbound Surabaya - Outbound Malang
Jasa Outbound yang ada di Surabaya, Sidoarjo, Pacet, Trawas, Tretes, Malang, Batu, Bromo, Dapatkan Paket Outbound yang terbaik dan Lokasi yang rekomendasi di Jawa Timur hanya dengan Outbound Timur Langit. Info. 081231382110 / 081333517815.
Minggu, 16 Oktober 2011
Website Timur Langit Indonesia terbaru...!
Label:
Arung Jeram,
Flying Fox,
Fun Outbound,
Gathering,
Lokasi Wisata Alam Jawa Timur,
Lokasi Wisata Alam Pacet,
Lokasi Wisata Arung Jeram,
Lokasi Wisata Rafting Pacet,
Obech Rafting,
Obech Rafting Pacet,
Outbound Pacet,
Outbound Surabaya,
Outbound Training,
Pacet Rafting,
Paintball,
Rafting Pacet,
Timur Langit,
Wahana Wisata Camping,
Wisata Alam Bandulan,
Wisata Pacet Rafting
Minggu, 18 September 2011
Company Gathering PT. Bank Negara Indonesia Kantor Cabang Syariah Surabaya - 17 September 2011
Label:
Arung Jeram,
Flying Fox,
Fun Outbound,
Gathering,
Lokasi Wisata Alam Jawa Timur,
Lokasi Wisata Alam Pacet,
Lokasi Wisata Arung Jeram,
Lokasi Wisata Rafting Pacet,
Obech Rafting,
Obech Rafting Pacet,
Outbound Pacet,
Outbound Surabaya,
Outbound Training,
Pacet Rafting,
Paintball,
Rafting Pacet,
Wisata Alam Bandulan,
Wisata Pacet Rafting,
Wisata Rafting Jawa Timur,
Wisata Rafting Pacet
Sabtu, 03 September 2011
Ice Breaking
Hampir semua latihan dapat digunakan sebagai sarana untuk memulai pelatihan dengan (icebreaker). Dua tujuan utama menggunakan icebreaker adalah:
1. Memberi peluang kepada peserta untuk memperkenalkan diri satu sama lain
2. Untuk menuntun mereka ke pokok permasalahan. Peserta seringkali mendapati bahwa pokok permasalahan akan lebih jelas dengan penggunaan icebreaker yang tepat.
Latihan dalam pengelompokan ini adalah kontak pendahuluan yang tidak menakutkan. Dirancang untuk memberikan kesempatan kepada peserta agar dapat saling mengenal satu sama lain dan mengurangi penghalang yang mungkin muncul. Fasilitator berpengalaman mengatakan bahwa keberhasilan atau kegagalan suatu program tergantung pada dua poin ini.
Semakin peserta merasa nyaman satu sama lain, maka semakin baik lingkungan pembelajaran. Jika peserta merasa nyaman satu sama lain, dengan senang hati mereka akan berpartisipasi dan mengeluarkan ide-ide baru.
Meskipun kebanyakan fasilitator menilai bahwa latihan ini tidaklah terlalu menakutkan, beberapa peserta mungkin merasa sebaliknya. Jika seorang peserta memandang latihan itu menakutkan, pastikan bahwa mereka tetap memiliki cara agar dapat berpartisipasi. Merupakan keputusan bijaksana untuk membiarkan orang tahu sejak awal program bahwa mereka dapat melewati setiap latihan atau kegiatan yang tidak mereka sukai.
1. Memberi peluang kepada peserta untuk memperkenalkan diri satu sama lain
2. Untuk menuntun mereka ke pokok permasalahan. Peserta seringkali mendapati bahwa pokok permasalahan akan lebih jelas dengan penggunaan icebreaker yang tepat.
Latihan dalam pengelompokan ini adalah kontak pendahuluan yang tidak menakutkan. Dirancang untuk memberikan kesempatan kepada peserta agar dapat saling mengenal satu sama lain dan mengurangi penghalang yang mungkin muncul. Fasilitator berpengalaman mengatakan bahwa keberhasilan atau kegagalan suatu program tergantung pada dua poin ini.
Semakin peserta merasa nyaman satu sama lain, maka semakin baik lingkungan pembelajaran. Jika peserta merasa nyaman satu sama lain, dengan senang hati mereka akan berpartisipasi dan mengeluarkan ide-ide baru.
Meskipun kebanyakan fasilitator menilai bahwa latihan ini tidaklah terlalu menakutkan, beberapa peserta mungkin merasa sebaliknya. Jika seorang peserta memandang latihan itu menakutkan, pastikan bahwa mereka tetap memiliki cara agar dapat berpartisipasi. Merupakan keputusan bijaksana untuk membiarkan orang tahu sejak awal program bahwa mereka dapat melewati setiap latihan atau kegiatan yang tidak mereka sukai.
Minggu, 24 Juli 2011
Employee Gathering "Stronger Than Ever" PT. Cipta Mortar Utama (Mortar Utama - Gresik, Surabaya, Jawa Tengah, Bali, Makassar, Malang) - 22 Juli 2011
Label:
Arung Jeram,
Flying Fox,
Fun Outbound,
Gathering,
Lokasi Wisata Alam Jawa Timur,
Lokasi Wisata Alam Pacet,
Lokasi Wisata Arung Jeram,
Lokasi Wisata Rafting Pacet,
Obech Rafting,
Obech Rafting Pacet,
Outbound Pacet,
Outbound Surabaya,
Outbound Training,
Pacet Rafting,
Paintball,
Rafting Pacet,
Songa,
Wisata Pacet Rafting,
Wisata Rafting Jawa Timur,
Wisata Rafting Pacet
Rabu, 13 Juli 2011
Company Outing PT. Wonokoyo Jaya Corporindo (Wonokoyo Group) Surabaya - 2-3 Juli 2011
Label:
Arung Jeram,
Flying Fox,
Fun Outbound,
Kasembon,
Lokasi Wisata Alam Jawa Timur,
Lokasi Wisata Alam Pacet,
Lokasi Wisata Arung Jeram,
Lokasi Wisata Rafting Pacet,
Obech,
Obech Rafting,
Obech Rafting Pacet,
Outbound Training,
Pacet Rafting,
Paintball,
Rafting,
Rafting Pacet,
Wisata Alam Bandulan,
Wisata Pacet Rafting,
Wisata Rafting Jawa Timur,
Wisata Rafting Pacet
Minggu, 19 Juni 2011
Company Outing dan Wisata Rafting TELKOMSEL METRO Surabaya - 16 Juni 2011
Label:
Arung Jeram,
Flying Fox,
Fun Outbound,
Kasembon,
Lokasi Wisata Alam Pacet,
Lokasi Wisata Arung Jeram,
Lokasi Wisata Rafting Pacet,
Obech,
Obech Rafting,
Obech Rafting Pacet,
Outbound Training,
Pacet Rafting,
Paintball,
Rafting,
Rafting Pacet,
Wisata Pacet Rafting,
Wisata Rafting Jawa Timur,
Wisata Rafting Pacet
Sabtu, 28 Mei 2011
Peralatan Untuk Berarung Jeram (White Water Rafting)
Arung jeram suatu kegiatan yang banyak di minati, baik untuk berwisata, olah raga maupun kegiatan rutin tim penggiat alam bebas. Tentu memang kegiatan yang tak murah dewasa ini, tetapi semua bisa di adakan dengan murah jika di lakukan dalam bentuk tim terpadu. Untuk prasarana dan sarana ber arung jeram akan aku tuliskan berikut ini sebagai bahan pertimbangan dan pengetahuan rekan petualang semua.
Perahu Karet.
Ini alat utama yang harus ada, karena tak mungkin kita ber arung jeram menggunakan ban dalam mobil atau pelampung boneka milik adik bayi kita. Dan tak hanya sekedar bisa mengapung atau mengambang, bisa bermanuver dengan cepat, bia mengeluarkan air secara otomatis, memiliki empat tabung udara yang sehingga jika salah satu tabung bocor akan digantikan oleh yang lain, dan yang pasti kuat dan kokoh.
Jenis - jenis perahu karet :
a. Landing Craft Rubber
b. Oval, Perahu dengan rancangan bagian buritan dan haluan dibuat agak mencuat agar air tidak mudah masuk dan mampu menjaga kestabilan perahu ketika melewati jeram besar. Perahu dibagi atas dua golongan yaitu:
a. Non self Bailing Floor
Perahu ini tidak dilengkapi dengan lubang - lubang pembuangan air, sehingga air yang masuk kedalam perahu, karena itu perahu jenis ini harus dilengkapi dengan ember / gayung untuk membuang air.
b.Self Bailing Floor
Perahu jenis ini adalah perahu jenis terbaru. Perahu jenis ini dilengkapi dengan lantai yang dipompa dan lubang pembuangan air. Air yang masuk kedalam perahu otomatis akan keluar dengan sendirinya.
Dayung atau alat pengayuh
Dayung sebagai alat kayuh pada olahraga arung jeram sedapat mungkin dibuat dari bahan yang kuat tetapi ringan. Ada beberapa jenis dayung yang biasa digunakan untuk berarung jeram :
a.Dayung kayu. Dayung ini lebih berat dan kekuatannya kurang dibandingkan dengan dayung yang dibuat dari bahan lain.
b.Dayung Fiberglass Dayung ini cukup ringan tetapi mudah pecah dan pecahannya sangat tajam, bisa melukai pemakainya.
c.Dayung Alumunium dan Plastik Dayung ini cukup ringan, mudah terapung, lebih kuat dari dayung lainnya. Dayung jenis ini yang lebih banyak dipakai berarung eram. Dayung yang dipergunakan oleh awak perahu, panjangnya berkisar antara 4,5 – 6 kaki. Tetapi umumnya adalah 5 – 5,5 kaki. Sesungguhnya faktor penentu ukuran panjang dayung ada tiga hal, yaitu : besar badan dan kekuatan awak, diameter tabung perahu dan kelilingnya, sebagai pendayung awak atau pendayung kemudi / kapten.
Carabiner
Dalam kegiatan Arung Jeram sangat banyak gunanya,bisa dibuat untuk menggantungkan barang - barang, berguna untuk alat rescue.
Pelampung
Ada dua jenis pelampung yang biasa digunakan yaitu pelampung padat dan pelampung tiup. Jenis pelampung yang baik dan benar untuk berarung jeram adalah pelampung yang sesuai dengan ukuran postur tubuh, berisi gabus tebal ( dapat berfungsi sebagai penahan benturan terhadap benda keras ). Untuk kemungkinan menghadapi keadaan darurat , perlu dipertimbangkan mengenai penggunaan pelampung dengan tambahan dibagian belakang kepala, agar kepala tetap terapung tengadah, apabila tidak sadarkan diri.
Helmet
Mengarungi sungai berjeram dengan letak batuan yang tidak beraturan atau sungai dengan tingkat kesulitan yang tinggi, helm mutlak digunakan. Tujuannya untuk melindungi kepala dari kemungkinan benturan benda keras. Helm yang baik harus ringan, tahan air, dan tidak mengganggu pandangan maupun gerakan.
Tali lempar ( Throw Rope )
Panjangnya kurang lebih 30 meter. Tali ini digunakan untuk keadaan darurat dan dalam perahu harus ada satu gulungan tali ini dari jenis kernmantel dinamis.
Tali untuk membalikan perahu ( Flip Line )
Biasanya dikaitkan disamping perahu. Apabila perahu terbalik maka tali ini dapat digunakan untuk membalikan perahu ke posisi semula.
Pompa
Pompa berguna untuk menjaga bila tabung perahu kempis. Sehingga alat tersebut sebaiknya dibawa pada saat pengarungan. Selain pompa kaki ( foot-pump ), terdapat pula pompa yang two barrel, artinya selain dapat memompa udara kedalam perahu, juga dapat menyedot udara dari dalam perahu. Tidak disarankan memompa perahu dengan menggunakan kompresor, karena udara yang keluar dari kompresor adalah udara panas. Hal ini dapat menyebabkan perahu pecah.
Peluit
Melakukan komunikasi lewat suara sangatlah sulit karena suara deru jeram sangatlah keras. Untuk mengatasinya digunakan peluit, yang dibantu aba - aba dengan tangan atau dayung.
Dry Bag
Dry bag digunakan untuk menyimpan / membawa barang - barang yang tidak tahan air seperti makanan, medical kit, dan lain - lain.
Perlengkapan P3K
Mutlak harus dibawa. Jenis obatnya dapat disesuaikan dengan kondisi medan dan kebutuhan selama mengarungi sungai.
Prusik
Prusik yang kita bawa sebaiknya berukuran 50 – 60 % dari tali utama yang kita gunakan atau sekitar 5 – 7 mm. Dengan memakai simpul Double Fisherman ikatlah kedua ujung prusik menjadi loop ( lingkaran ). Sangat membantu saat menggunakan sistem C-Rig atau Z-Rig unutk menarik perahu yang terjebak rintangan di tengah sungai.
Pulley
Bisa juga digunakan dengan carabiner untuk mengurangi friksi saat penggunaan tali dengan menggunakan sistem C-Rig atau Z-Rig sehingga beban menjadi ringan saat di tarik. Diameter Pulley adalah 2 inchi, berdasarkan bending radius yang paling ideal. Tetapi sebenarnya dengan ukuran tersebut untuk rescue kit terlalu berat dan kurang efektif, karena itu sekarang terdapat Pulley dengan material yang sama tetapi berukuran lebih kecil dengan kekuatan 3000 – 5000 pounds.
Pisau Saku ( Pocket Knives )
Dengan ukuran yang relatif kecil sehingga efisien untuk dibawa, dimasukan ke dalam saku pelampung. Gunanya banyak sekali selain untuk survival kit. Terdapat dua macam pisau yang biasa digunakan untuk berarung jeram, yaitu single-blade dan double-blade. Hanya yang perlu diingat cara menyimpannya agar tidak membahayakan diri sendiri. Nah selamat ber arung jeram ya sahabat alam semua.
Perahu Karet.
Ini alat utama yang harus ada, karena tak mungkin kita ber arung jeram menggunakan ban dalam mobil atau pelampung boneka milik adik bayi kita. Dan tak hanya sekedar bisa mengapung atau mengambang, bisa bermanuver dengan cepat, bia mengeluarkan air secara otomatis, memiliki empat tabung udara yang sehingga jika salah satu tabung bocor akan digantikan oleh yang lain, dan yang pasti kuat dan kokoh.
Jenis - jenis perahu karet :
a. Landing Craft Rubber
b. Oval, Perahu dengan rancangan bagian buritan dan haluan dibuat agak mencuat agar air tidak mudah masuk dan mampu menjaga kestabilan perahu ketika melewati jeram besar. Perahu dibagi atas dua golongan yaitu:
a. Non self Bailing Floor
Perahu ini tidak dilengkapi dengan lubang - lubang pembuangan air, sehingga air yang masuk kedalam perahu, karena itu perahu jenis ini harus dilengkapi dengan ember / gayung untuk membuang air.
b.Self Bailing Floor
Perahu jenis ini adalah perahu jenis terbaru. Perahu jenis ini dilengkapi dengan lantai yang dipompa dan lubang pembuangan air. Air yang masuk kedalam perahu otomatis akan keluar dengan sendirinya.
Dayung atau alat pengayuh
Dayung sebagai alat kayuh pada olahraga arung jeram sedapat mungkin dibuat dari bahan yang kuat tetapi ringan. Ada beberapa jenis dayung yang biasa digunakan untuk berarung jeram :
a.Dayung kayu. Dayung ini lebih berat dan kekuatannya kurang dibandingkan dengan dayung yang dibuat dari bahan lain.
b.Dayung Fiberglass Dayung ini cukup ringan tetapi mudah pecah dan pecahannya sangat tajam, bisa melukai pemakainya.
c.Dayung Alumunium dan Plastik Dayung ini cukup ringan, mudah terapung, lebih kuat dari dayung lainnya. Dayung jenis ini yang lebih banyak dipakai berarung eram. Dayung yang dipergunakan oleh awak perahu, panjangnya berkisar antara 4,5 – 6 kaki. Tetapi umumnya adalah 5 – 5,5 kaki. Sesungguhnya faktor penentu ukuran panjang dayung ada tiga hal, yaitu : besar badan dan kekuatan awak, diameter tabung perahu dan kelilingnya, sebagai pendayung awak atau pendayung kemudi / kapten.
Carabiner
Dalam kegiatan Arung Jeram sangat banyak gunanya,bisa dibuat untuk menggantungkan barang - barang, berguna untuk alat rescue.
Pelampung
Ada dua jenis pelampung yang biasa digunakan yaitu pelampung padat dan pelampung tiup. Jenis pelampung yang baik dan benar untuk berarung jeram adalah pelampung yang sesuai dengan ukuran postur tubuh, berisi gabus tebal ( dapat berfungsi sebagai penahan benturan terhadap benda keras ). Untuk kemungkinan menghadapi keadaan darurat , perlu dipertimbangkan mengenai penggunaan pelampung dengan tambahan dibagian belakang kepala, agar kepala tetap terapung tengadah, apabila tidak sadarkan diri.
Helmet
Mengarungi sungai berjeram dengan letak batuan yang tidak beraturan atau sungai dengan tingkat kesulitan yang tinggi, helm mutlak digunakan. Tujuannya untuk melindungi kepala dari kemungkinan benturan benda keras. Helm yang baik harus ringan, tahan air, dan tidak mengganggu pandangan maupun gerakan.
Tali lempar ( Throw Rope )
Panjangnya kurang lebih 30 meter. Tali ini digunakan untuk keadaan darurat dan dalam perahu harus ada satu gulungan tali ini dari jenis kernmantel dinamis.
Tali untuk membalikan perahu ( Flip Line )
Biasanya dikaitkan disamping perahu. Apabila perahu terbalik maka tali ini dapat digunakan untuk membalikan perahu ke posisi semula.
Pompa
Pompa berguna untuk menjaga bila tabung perahu kempis. Sehingga alat tersebut sebaiknya dibawa pada saat pengarungan. Selain pompa kaki ( foot-pump ), terdapat pula pompa yang two barrel, artinya selain dapat memompa udara kedalam perahu, juga dapat menyedot udara dari dalam perahu. Tidak disarankan memompa perahu dengan menggunakan kompresor, karena udara yang keluar dari kompresor adalah udara panas. Hal ini dapat menyebabkan perahu pecah.
Peluit
Melakukan komunikasi lewat suara sangatlah sulit karena suara deru jeram sangatlah keras. Untuk mengatasinya digunakan peluit, yang dibantu aba - aba dengan tangan atau dayung.
Dry Bag
Dry bag digunakan untuk menyimpan / membawa barang - barang yang tidak tahan air seperti makanan, medical kit, dan lain - lain.
Perlengkapan P3K
Mutlak harus dibawa. Jenis obatnya dapat disesuaikan dengan kondisi medan dan kebutuhan selama mengarungi sungai.
Prusik
Prusik yang kita bawa sebaiknya berukuran 50 – 60 % dari tali utama yang kita gunakan atau sekitar 5 – 7 mm. Dengan memakai simpul Double Fisherman ikatlah kedua ujung prusik menjadi loop ( lingkaran ). Sangat membantu saat menggunakan sistem C-Rig atau Z-Rig unutk menarik perahu yang terjebak rintangan di tengah sungai.
Pulley
Bisa juga digunakan dengan carabiner untuk mengurangi friksi saat penggunaan tali dengan menggunakan sistem C-Rig atau Z-Rig sehingga beban menjadi ringan saat di tarik. Diameter Pulley adalah 2 inchi, berdasarkan bending radius yang paling ideal. Tetapi sebenarnya dengan ukuran tersebut untuk rescue kit terlalu berat dan kurang efektif, karena itu sekarang terdapat Pulley dengan material yang sama tetapi berukuran lebih kecil dengan kekuatan 3000 – 5000 pounds.
Pisau Saku ( Pocket Knives )
Dengan ukuran yang relatif kecil sehingga efisien untuk dibawa, dimasukan ke dalam saku pelampung. Gunanya banyak sekali selain untuk survival kit. Terdapat dua macam pisau yang biasa digunakan untuk berarung jeram, yaitu single-blade dan double-blade. Hanya yang perlu diingat cara menyimpannya agar tidak membahayakan diri sendiri. Nah selamat ber arung jeram ya sahabat alam semua.
Label:
Arung Jeram,
Flying Fox,
Fun Outbound,
Kasembon,
Lokasi Wisata Arung Jeram,
Lokasi Wisata Rafting Pacet,
Obech,
Obech Rafting,
Obech Rafting Pacet,
Outbound Training,
Pacet Rafting,
Paintball,
Rafting Pacet,
Songa,
Wisata Pacet Rafting,
Wisata Rafting Jawa Timur,
Wisata Rafting Pacet
Sabtu, 14 Mei 2011
Dalam rafting atau arung jeram, masalah yang tak ingin di temui adalah terlempar dari perahu atau harus berenang di derasnya arus sungai. Bila itu semua terjadi, langkah utama adalah dilarang panik, bagi yang terlempar ke sungai maupun untuk yang masih berada di dalam perahu. Dan berikut ini tips self rescue dalam kondisi kecelakaan di arus deras dalam arung jeram.
A. Berenang di Jeram
Hal yang perlu diingat dan dilakukan saat sedang berenang di jeram,yaitu :
1 . Tenang. Yakinkan diri bahwa pelampung kuat mengangkat tubuh anda ke permukaan air secepatnya.
2 . Jika anda muncul di bawah perahu, gunakan tangan anda untuk menggeser badan ke arah samping perahu.
3 . Jika kesulitan untuk naik ke atas perahu jangan ragu minta bantuan pada anggota tim lain yang berada diatas perahu untuk membantu.
4 . Jika tidak dapat kembali ke perahu secepatnya berenang dengan posisi duduk atau telentang, dengan kaki di usahakan sedekat mungkin dengan permukaan air, badan menghadap ke arah hilir sungai.
5 . Jika ada batu di depan, sambut dengan kaki, badan kemungkinan akan terputar. Setelah itu kembali ke posisi semula.
6 . Bila melihat jeram mulai kecil dan sedikit, berenanglah segera menuju ke tepi sungai atau bila ada eddies, berenaglah menuju ke eddies. Kemudian tunggulah hingga dijemput anggota tim lainnya.
Posisi telentang menghadap ke arah hilir sungai dengan kaki tetap berada di atas permukaan air dan pandangan selalu mengarah kedepan dimaksudkan agar kita dapat mengetahui rintangan yang ada di depan kita seperti batu strainer dan lain - lainnya, juga untuk menghindarkan diri dari kaki terjepit di celah batu.
Hal lainnya yaitu juga untuk membantu kita mengorientasi bagian depan sungai untuk antisipasi tindakan penyelamatan.
B. Perahu Terjebak ( Wrap )
Perahu wrap di batu atau di dinding sungai yaitu keadaan dimana perahu terbentur batu / dinding, sedangkan arus kuat mendorong dari arah berlawanan. Jika sisi bagian hulu tertekan air dan tenggelam maka perahu akan melekat di batu / dinding. Cara melepaskan diri yaitu dengan teknik ‘Filp Line’ ( jika Wrap ringan ) yaitu dengan mendorong atau menarik perahu ke arah bagian batu yang tidak menyebabkan wrap, cara lain yaitu dengan teknik ‘Z-Drag’ ( bila wrap berat ) yaitu dengan mengempiskan salah satu katup tabung perahu.
Keadaan wrap ini dapat dihindari jika pada saat perahu akan membentur batu atau dinding anggota tim pindah posisi ke sisi yang berada pada sisi perahu yang akan menabrak batu / dinding. Akibatnya sisi bagian hulu ( sisi perahu yang dikosongkan ) akan terangkat sehingga arus kuat melewati bagian bawah perahu.
C. Perahu Terbalik
Keadaan ini bisa disebabkan ketika melewati dam, hole ataupun saat masuk eddies yang kuat dan besar.
Teknik dalam membalikkan perahu :
1. Bagi tugas anggota tim yang naik ke perahu yang terbalik dengan yang tetap berada di air sambil memegang erat perahu ( pada D-ring atau pada Toat perahu )
2. Anggota tim yang diatas perahu memasangkan carabiner ke D-rig lalu mengikatnya dengan tali / webbing ( sisi yang akan dibalik ).
3. Lakukan pembalikkan perahu dengan menarik tali atau dengan bantuan T-grip dayung ( terlebih dahulu dikaitkan dengan tali ). Posisi pembalik perahu berada di bagian sisi yang menjadi tumpuan atau lawan dari sisi yang akan ditarik. Anggota tim dibawah bersiap - siap ( memegang erat toat perahu ). Perahu dibalik dengan cara tali ditarik ke arah belakang yang didahului dengan hentakan keras hingga perahu oleng terbalik kembali.
4. Setelah perahu terbalik seperti semula, posisi anggota tim yang tadinya diatas perahu terbalik kini berada dibawah dan sebaliknya dengan anggota tim yang dibawah kini berada diatas perahu.
5. Anggota tim yang kini diatas membantu menaikkan anggota tim yang berada dibawah.
6. Selama dalam pembalikkan perahu diusahakan agar barang - barang tidak boleh hilang contohnya dayung.
Penggunaan peralatan penyelamat dan tali - temali ( rescue rope )
Dalam self rescue juga digunakan alat bantuan dalam penyelamatan misalnya menggunakan rescue rope atau tali lempar ketika ada peserta yang hanyut, tertahan di hole, terperangkap di jeram, di atas batu, di eddies, ketika ada perahu yang wrap atau terjepit diantara batu.
A. Berenang di Jeram
Hal yang perlu diingat dan dilakukan saat sedang berenang di jeram,yaitu :
1 . Tenang. Yakinkan diri bahwa pelampung kuat mengangkat tubuh anda ke permukaan air secepatnya.
2 . Jika anda muncul di bawah perahu, gunakan tangan anda untuk menggeser badan ke arah samping perahu.
3 . Jika kesulitan untuk naik ke atas perahu jangan ragu minta bantuan pada anggota tim lain yang berada diatas perahu untuk membantu.
4 . Jika tidak dapat kembali ke perahu secepatnya berenang dengan posisi duduk atau telentang, dengan kaki di usahakan sedekat mungkin dengan permukaan air, badan menghadap ke arah hilir sungai.
5 . Jika ada batu di depan, sambut dengan kaki, badan kemungkinan akan terputar. Setelah itu kembali ke posisi semula.
6 . Bila melihat jeram mulai kecil dan sedikit, berenanglah segera menuju ke tepi sungai atau bila ada eddies, berenaglah menuju ke eddies. Kemudian tunggulah hingga dijemput anggota tim lainnya.
Posisi telentang menghadap ke arah hilir sungai dengan kaki tetap berada di atas permukaan air dan pandangan selalu mengarah kedepan dimaksudkan agar kita dapat mengetahui rintangan yang ada di depan kita seperti batu strainer dan lain - lainnya, juga untuk menghindarkan diri dari kaki terjepit di celah batu.
Hal lainnya yaitu juga untuk membantu kita mengorientasi bagian depan sungai untuk antisipasi tindakan penyelamatan.
B. Perahu Terjebak ( Wrap )
Perahu wrap di batu atau di dinding sungai yaitu keadaan dimana perahu terbentur batu / dinding, sedangkan arus kuat mendorong dari arah berlawanan. Jika sisi bagian hulu tertekan air dan tenggelam maka perahu akan melekat di batu / dinding. Cara melepaskan diri yaitu dengan teknik ‘Filp Line’ ( jika Wrap ringan ) yaitu dengan mendorong atau menarik perahu ke arah bagian batu yang tidak menyebabkan wrap, cara lain yaitu dengan teknik ‘Z-Drag’ ( bila wrap berat ) yaitu dengan mengempiskan salah satu katup tabung perahu.
Keadaan wrap ini dapat dihindari jika pada saat perahu akan membentur batu atau dinding anggota tim pindah posisi ke sisi yang berada pada sisi perahu yang akan menabrak batu / dinding. Akibatnya sisi bagian hulu ( sisi perahu yang dikosongkan ) akan terangkat sehingga arus kuat melewati bagian bawah perahu.
C. Perahu Terbalik
Keadaan ini bisa disebabkan ketika melewati dam, hole ataupun saat masuk eddies yang kuat dan besar.
Teknik dalam membalikkan perahu :
1. Bagi tugas anggota tim yang naik ke perahu yang terbalik dengan yang tetap berada di air sambil memegang erat perahu ( pada D-ring atau pada Toat perahu )
2. Anggota tim yang diatas perahu memasangkan carabiner ke D-rig lalu mengikatnya dengan tali / webbing ( sisi yang akan dibalik ).
3. Lakukan pembalikkan perahu dengan menarik tali atau dengan bantuan T-grip dayung ( terlebih dahulu dikaitkan dengan tali ). Posisi pembalik perahu berada di bagian sisi yang menjadi tumpuan atau lawan dari sisi yang akan ditarik. Anggota tim dibawah bersiap - siap ( memegang erat toat perahu ). Perahu dibalik dengan cara tali ditarik ke arah belakang yang didahului dengan hentakan keras hingga perahu oleng terbalik kembali.
4. Setelah perahu terbalik seperti semula, posisi anggota tim yang tadinya diatas perahu terbalik kini berada dibawah dan sebaliknya dengan anggota tim yang dibawah kini berada diatas perahu.
5. Anggota tim yang kini diatas membantu menaikkan anggota tim yang berada dibawah.
6. Selama dalam pembalikkan perahu diusahakan agar barang - barang tidak boleh hilang contohnya dayung.
Penggunaan peralatan penyelamat dan tali - temali ( rescue rope )
Dalam self rescue juga digunakan alat bantuan dalam penyelamatan misalnya menggunakan rescue rope atau tali lempar ketika ada peserta yang hanyut, tertahan di hole, terperangkap di jeram, di atas batu, di eddies, ketika ada perahu yang wrap atau terjepit diantara batu.
Label:
Arung Jeram,
Flying Fox,
Fun Outbound,
Lokasi Wisata Alam Pacet,
Lokasi Wisata Arung Jeram,
Lokasi Wisata Rafting Pacet,
Obech Rafting,
Outbound Training,
Pacet,
Pacet Rafting,
Paintball,
Rafting,
Rafting Pacet,
Wisata Pacet Rafting,
Wisata Rafting Jawa Timur,
Wisata Rafting Pacet
Rafting Self Rescue
Dalam rafting atau arung jeram, masalah yang tak ingin di temui adalah terlempar dari perahu atau harus berenang di derasnya arus sungai. Bila itu semua terjadi, langkah utama adalah dilarang panik, bagi yang terlempar ke sungai maupun untuk yang masih berada di dalam perahu. Dan berikut ini tips self rescue dalam kondisi kecelakaan di arus deras dalam arung jeram.
A. Berenang di Jeram
Hal yang perlu diingat dan dilakukan saat sedang berenang di jeram,yaitu :
1 . Tenang. Yakinkan diri bahwa pelampung kuat mengangkat tubuh anda ke permukaan air secepatnya.
2 . Jika anda muncul di bawah perahu, gunakan tangan anda untuk menggeser badan ke arah samping perahu.
3 . Jika kesulitan untuk naik ke atas perahu jangan ragu minta bantuan pada anggota tim lain yang berada diatas perahu untuk membantu.
4 . Jika tidak dapat kembali ke perahu secepatnya berenang dengan posisi duduk atau telentang, dengan kaki di usahakan sedekat mungkin dengan permukaan air, badan menghadap ke arah hilir sungai.
5 . Jika ada batu di depan, sambut dengan kaki, badan kemungkinan akan terputar. Setelah itu kembali ke posisi semula.
6 . Bila melihat jeram mulai kecil dan sedikit, berenanglah segera menuju ke tepi sungai atau bila ada eddies, berenaglah menuju ke eddies. Kemudian tunggulah hingga dijemput anggota tim lainnya.
Posisi telentang menghadap ke arah hilir sungai dengan kaki tetap berada di atas permukaan air dan pandangan selalu mengarah kedepan dimaksudkan agar kita dapat mengetahui rintangan yang ada di depan kita seperti batu strainer dan lain - lainnya, juga untuk menghindarkan diri dari kaki terjepit di celah batu.
Hal lainnya yaitu juga untuk membantu kita mengorientasi bagian depan sungai untuk antisipasi tindakan penyelamatan.
B. Perahu Terjebak ( Wrap )
Perahu wrap di batu atau di dinding sungai yaitu keadaan dimana perahu terbentur batu / dinding, sedangkan arus kuat mendorong dari arah berlawanan. Jika sisi bagian hulu tertekan air dan tenggelam maka perahu akan melekat di batu / dinding. Cara melepaskan diri yaitu dengan teknik ‘Filp Line’ ( jika Wrap ringan ) yaitu dengan mendorong atau menarik perahu ke arah bagian batu yang tidak menyebabkan wrap, cara lain yaitu dengan teknik ‘Z-Drag’ ( bila wrap berat ) yaitu dengan mengempiskan salah satu katup tabung perahu.
Keadaan wrap ini dapat dihindari jika pada saat perahu akan membentur batu atau dinding anggota tim pindah posisi ke sisi yang berada pada sisi perahu yang akan menabrak batu / dinding. Akibatnya sisi bagian hulu ( sisi perahu yang dikosongkan ) akan terangkat sehingga arus kuat melewati bagian bawah perahu.
C. Perahu Terbalik
Keadaan ini bisa disebabkan ketika melewati dam, hole ataupun saat masuk eddies yang kuat dan besar.
Teknik dalam membalikkan perahu :
1. Bagi tugas anggota tim yang naik ke perahu yang terbalik dengan yang tetap berada di air sambil memegang erat perahu ( pada D-ring atau pada Toat perahu )
2. Anggota tim yang diatas perahu memasangkan carabiner ke D-rig lalu mengikatnya dengan tali / webbing ( sisi yang akan dibalik ).
3. Lakukan pembalikkan perahu dengan menarik tali atau dengan bantuan T-grip dayung ( terlebih dahulu dikaitkan dengan tali ). Posisi pembalik perahu berada di bagian sisi yang menjadi tumpuan atau lawan dari sisi yang akan ditarik. Anggota tim dibawah bersiap - siap ( memegang erat toat perahu ). Perahu dibalik dengan cara tali ditarik ke arah belakang yang didahului dengan hentakan keras hingga perahu oleng terbalik kembali.
4. Setelah perahu terbalik seperti semula, posisi anggota tim yang tadinya diatas perahu terbalik kini berada dibawah dan sebaliknya dengan anggota tim yang dibawah kini berada diatas perahu.
5. Anggota tim yang kini diatas membantu menaikkan anggota tim yang berada dibawah.
6. Selama dalam pembalikkan perahu diusahakan agar barang - barang tidak boleh hilang contohnya dayung.
Penggunaan peralatan penyelamat dan tali - temali ( rescue rope )
Dalam self rescue juga digunakan alat bantuan dalam penyelamatan misalnya menggunakan rescue rope atau tali lempar ketika ada peserta yang hanyut, tertahan di hole, terperangkap di jeram, di atas batu, di eddies, ketika ada perahu yang wrap atau terjepit diantara batu.
A. Berenang di Jeram
Hal yang perlu diingat dan dilakukan saat sedang berenang di jeram,yaitu :
1 . Tenang. Yakinkan diri bahwa pelampung kuat mengangkat tubuh anda ke permukaan air secepatnya.
2 . Jika anda muncul di bawah perahu, gunakan tangan anda untuk menggeser badan ke arah samping perahu.
3 . Jika kesulitan untuk naik ke atas perahu jangan ragu minta bantuan pada anggota tim lain yang berada diatas perahu untuk membantu.
4 . Jika tidak dapat kembali ke perahu secepatnya berenang dengan posisi duduk atau telentang, dengan kaki di usahakan sedekat mungkin dengan permukaan air, badan menghadap ke arah hilir sungai.
5 . Jika ada batu di depan, sambut dengan kaki, badan kemungkinan akan terputar. Setelah itu kembali ke posisi semula.
6 . Bila melihat jeram mulai kecil dan sedikit, berenanglah segera menuju ke tepi sungai atau bila ada eddies, berenaglah menuju ke eddies. Kemudian tunggulah hingga dijemput anggota tim lainnya.
Posisi telentang menghadap ke arah hilir sungai dengan kaki tetap berada di atas permukaan air dan pandangan selalu mengarah kedepan dimaksudkan agar kita dapat mengetahui rintangan yang ada di depan kita seperti batu strainer dan lain - lainnya, juga untuk menghindarkan diri dari kaki terjepit di celah batu.
Hal lainnya yaitu juga untuk membantu kita mengorientasi bagian depan sungai untuk antisipasi tindakan penyelamatan.
B. Perahu Terjebak ( Wrap )
Perahu wrap di batu atau di dinding sungai yaitu keadaan dimana perahu terbentur batu / dinding, sedangkan arus kuat mendorong dari arah berlawanan. Jika sisi bagian hulu tertekan air dan tenggelam maka perahu akan melekat di batu / dinding. Cara melepaskan diri yaitu dengan teknik ‘Filp Line’ ( jika Wrap ringan ) yaitu dengan mendorong atau menarik perahu ke arah bagian batu yang tidak menyebabkan wrap, cara lain yaitu dengan teknik ‘Z-Drag’ ( bila wrap berat ) yaitu dengan mengempiskan salah satu katup tabung perahu.
Keadaan wrap ini dapat dihindari jika pada saat perahu akan membentur batu atau dinding anggota tim pindah posisi ke sisi yang berada pada sisi perahu yang akan menabrak batu / dinding. Akibatnya sisi bagian hulu ( sisi perahu yang dikosongkan ) akan terangkat sehingga arus kuat melewati bagian bawah perahu.
C. Perahu Terbalik
Keadaan ini bisa disebabkan ketika melewati dam, hole ataupun saat masuk eddies yang kuat dan besar.
Teknik dalam membalikkan perahu :
1. Bagi tugas anggota tim yang naik ke perahu yang terbalik dengan yang tetap berada di air sambil memegang erat perahu ( pada D-ring atau pada Toat perahu )
2. Anggota tim yang diatas perahu memasangkan carabiner ke D-rig lalu mengikatnya dengan tali / webbing ( sisi yang akan dibalik ).
3. Lakukan pembalikkan perahu dengan menarik tali atau dengan bantuan T-grip dayung ( terlebih dahulu dikaitkan dengan tali ). Posisi pembalik perahu berada di bagian sisi yang menjadi tumpuan atau lawan dari sisi yang akan ditarik. Anggota tim dibawah bersiap - siap ( memegang erat toat perahu ). Perahu dibalik dengan cara tali ditarik ke arah belakang yang didahului dengan hentakan keras hingga perahu oleng terbalik kembali.
4. Setelah perahu terbalik seperti semula, posisi anggota tim yang tadinya diatas perahu terbalik kini berada dibawah dan sebaliknya dengan anggota tim yang dibawah kini berada diatas perahu.
5. Anggota tim yang kini diatas membantu menaikkan anggota tim yang berada dibawah.
6. Selama dalam pembalikkan perahu diusahakan agar barang - barang tidak boleh hilang contohnya dayung.
Penggunaan peralatan penyelamat dan tali - temali ( rescue rope )
Dalam self rescue juga digunakan alat bantuan dalam penyelamatan misalnya menggunakan rescue rope atau tali lempar ketika ada peserta yang hanyut, tertahan di hole, terperangkap di jeram, di atas batu, di eddies, ketika ada perahu yang wrap atau terjepit diantara batu.
Label:
Arung Jeram,
Flying Fox,
Fun Outbound,
Lokasi Wisata Alam Pacet,
Lokasi Wisata Arung Jeram,
Lokasi Wisata Rafting Pacet,
Obech Rafting,
Outbound Training,
Pacet,
Pacet Rafting,
Paintball,
Rafting,
Rafting Pacet,
Wisata Pacet Rafting,
Wisata Rafting Jawa Timur,
Wisata Rafting Pacet
Sabtu, 30 April 2011
Outbound dan Rafting PT. Bersaudara Express Cargo (beX) Surabaya - 24 April 2011
Label:
Arung Jeram,
Flying Fox,
Fun Outbound,
Lokasi Wisata Alam Pacet,
Lokasi Wisata Arung Jeram,
Lokasi Wisata Rafting Pacet,
Obech Rafting,
Outbound Training,
Pacet Rafting,
Paintball,
Rafting Pacet,
Timur Langit,
Wisata Alam Bandulan,
Wisata Pacet Rafting,
Wisata Rafting Jawa Timur,
Wisata Rafting Pacet
Kamis, 07 April 2011
Tingkat Kesulitan Sungai Untuk Arung Jeram (White Water Rafting)
Tingkat kesulitan sungai di kegiatan arung jeram, di bagi dalam kelas atau grade, mulai dari grade I sampai grade VI, mulai dari sungai " tingkat mudah " hingga sungai " sangat berbahaya " ( American White Water Affilitation = AWWAS ). Dan berikut ini kelas - kelas atau grade - grade tingkat kesulitan sungai untuk arung jeram.
Kelas I ( Easy )
Air sungai mengalir tenang dan kadang-kadang diiringi riam kecil. Jarang dijumpai rintangan seperti batu, pusaran air atau air terjun. Scouting ( pengintaian ) untuk menentukan lintasan tidak perlu dilakukan. Self rescue ( menyelamatkan diri ) sangat mudah untuk dilakukan.
Kelas II ( Novice )
Air sungai dengan ombak tidak terlalu tinggi. Jarak antar batu besar agak renggang. Scouting masih tidak perlu dilakukan. Self rescue masih mudah dilakukan.
Kelas III ( Intermediate )
Riam - riam diiringi gelombang - gelombang yang tidak terduga. Manuver dibutuhkan untuk dapat menghindari batu atau hole. Scouting untuk menentukan lintasan sangat membantu bagi yang belum berpengalaman. Untuk yang sudah berpengalaman dapat melakukan scouting tanpa menghentikan perahu. Kadang - kadang team rescue harus siap siaga ditepi sungai. Self rescue masih dapat dilakukan.
Kelas IV ( Advance )
Jeram sulit dan sambung - menyambung. Gelombang air bisa mencapai 2 meter dengan variasi kelokan cukup tajam. Posisi batuan berdekatan dan cukup berbahaya dan arusnya liar. Scouting dan manuver cepat dan terlatih sangat diperlukan . Medan cukup potensial untuk kecelakaan. Self rescue sulit dilakukan dan tim rescue sangat perlu dalam pengarungan.
Kelas V ( Expert )
Kesulitan tinggi mempunyai riam yang panjang dan liar serta sambung - menyambung. Arus lebih deras dengan jeram yang berbahaya ditambah batu - batu yang besar dan sungai yang sempit. Di butuhkan manuver rumit dan cepat agar dapat melaluinya. Self rescue tidak mungkin dilakukan, bila terjadi kecelakaan, river rescue sangat sulit untuk dilakukan meski oleh yang ahli. Scouting merupakan keharusan tapi sering kali sulit dilakukan.
Kelas VI ( Extreme )
Kelas dengan kesulitan dan bahaya yang sangat ekstrim. River rescue tidak mungkin dapat dilakukan. Untuk pengarungan dibutuhkan persiapan ynag sangat cermat. Secara umum kelas ini tidak dianjurkan untuk diarungi. Sungai pada kelas ini dapat dapat mengalami penurunan grade atau kelas menjadi kelas V apabila sungai ini telah berhasil diarungi secara aman. Setiap sungai memiliki banyak kelas tergantung keadaan karakteristik dan volume airnya.
Kelas I ( Easy )
Air sungai mengalir tenang dan kadang-kadang diiringi riam kecil. Jarang dijumpai rintangan seperti batu, pusaran air atau air terjun. Scouting ( pengintaian ) untuk menentukan lintasan tidak perlu dilakukan. Self rescue ( menyelamatkan diri ) sangat mudah untuk dilakukan.
Kelas II ( Novice )
Air sungai dengan ombak tidak terlalu tinggi. Jarak antar batu besar agak renggang. Scouting masih tidak perlu dilakukan. Self rescue masih mudah dilakukan.
Kelas III ( Intermediate )
Riam - riam diiringi gelombang - gelombang yang tidak terduga. Manuver dibutuhkan untuk dapat menghindari batu atau hole. Scouting untuk menentukan lintasan sangat membantu bagi yang belum berpengalaman. Untuk yang sudah berpengalaman dapat melakukan scouting tanpa menghentikan perahu. Kadang - kadang team rescue harus siap siaga ditepi sungai. Self rescue masih dapat dilakukan.
Kelas IV ( Advance )
Jeram sulit dan sambung - menyambung. Gelombang air bisa mencapai 2 meter dengan variasi kelokan cukup tajam. Posisi batuan berdekatan dan cukup berbahaya dan arusnya liar. Scouting dan manuver cepat dan terlatih sangat diperlukan . Medan cukup potensial untuk kecelakaan. Self rescue sulit dilakukan dan tim rescue sangat perlu dalam pengarungan.
Kelas V ( Expert )
Kesulitan tinggi mempunyai riam yang panjang dan liar serta sambung - menyambung. Arus lebih deras dengan jeram yang berbahaya ditambah batu - batu yang besar dan sungai yang sempit. Di butuhkan manuver rumit dan cepat agar dapat melaluinya. Self rescue tidak mungkin dilakukan, bila terjadi kecelakaan, river rescue sangat sulit untuk dilakukan meski oleh yang ahli. Scouting merupakan keharusan tapi sering kali sulit dilakukan.
Kelas VI ( Extreme )
Kelas dengan kesulitan dan bahaya yang sangat ekstrim. River rescue tidak mungkin dapat dilakukan. Untuk pengarungan dibutuhkan persiapan ynag sangat cermat. Secara umum kelas ini tidak dianjurkan untuk diarungi. Sungai pada kelas ini dapat dapat mengalami penurunan grade atau kelas menjadi kelas V apabila sungai ini telah berhasil diarungi secara aman. Setiap sungai memiliki banyak kelas tergantung keadaan karakteristik dan volume airnya.
Label:
Arung Jeram,
Flying Fox,
Fun Outbound,
Lokasi Wisata Alam Jawa Timur,
Lokasi Wisata Alam Pacet,
Lokasi Wisata Arung Jeram,
Lokasi Wisata Rafting Pacet,
Obech Rafting,
Outbound Training,
Pacet Rafting,
Paintball,
Rafting Pacet,
Timur Langit,
Wahana Wisata Camping,
Wisata Alam Bandulan,
Wisata Pacet Rafting,
Wisata Rafting Jawa Timur,
Wisata Rafting Pacet
Rabu, 30 Maret 2011
Outbound dan Rafting PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Kusuma Bangsa Surabaya - 26 Maret 2011
Label:
Arung Jeram,
Flying Fox,
Fun Outbound,
Lokasi Wisata Alam Jawa Timur,
Lokasi Wisata Alam Pacet,
Lokasi Wisata Arung Jeram,
Lokasi Wisata Rafting Pacet,
Outbound Training,
Pacet Rafting,
Paintball,
Rafting Pacet,
Wisata Pacet Rafting,
Wisata Rafting Jawa Timur,
Wisata Rafting Pacet
Kamis, 24 Maret 2011
Seputar Ber Arung Jeram
Arung jeram adalah kegiatan yang menggairahkan, mengasyikkan, sedikit liar tetapi menyenangkan. Seperti pada kegiatan petualangan lainnya, arung jeram tetap memiliki resiko dan bahaya. Namun resiko tersebut justru menambah semangat dan menjadi perangsang bagi para penggiat kegiatan ini, sehingga bukan menjadi alasan mengapa orang - orang tidak menyukai kegiatan arung jeram.
Para pemandu yang profesional dan berpengalaman akan berusaha untuk meminimalisasi resiko dan bahaya. Bahkan secara statistik, anda akan lebih aman mengikuti kegiatan arung jeram dibandingkan dengan berkendara didalam kota. Seorang pegawai pemerintahan di Amerika mengutarakan pada suatu penelitian, bahwa angka kecelakaan untuk kegiatan arung jeram masih jauh dibawah sepak bola! Namun tentu saja masih ada resiko dan anda harus menerima resiko tersebut saat berada di sungai.
BILA TAK BISA BERENANG, BISAKAH IKUT ARUNG JERAM ?
Setiap orang yang mengikuti arung jeram akan selalu mengenakan pelampung ( life jacket ) yang memiliki daya apung tinggi. Pelampung ini akan tetap menjaga anda berada diatas permukaan air, bahkan pada saat anda terlempar dari perahu dan tercebur ke sungai sekalipun. Banyak orang yang tidak dapat berenang mengikuti kegiatan arung jeram dan mereka sangat menikmatinya. Yang paling penting adalah anda tidak panik saat terlempar dari perahu dan tercebur ke sungai. Namun orang yang tidak dapat berenang tidak dianjurkan mengikuti kegiatan arung jeram pada sungai yang memiliki tingkat kesulitan class V keatas dan cukuplah menikmati jeram pada sungai dengan tingkat kesulitan class II dan maksimum class IV.
APAKAH DI BUTUHKAN KONDISI TERTENTU SAAT BER ARUNG JERAM ?
Dalam kegiatan arung jeram selalu menggunakan dayung. Ini artinya anda akan memegang dayung dan melalukan pendayungan saat berada di atas perahu. Anda tentunya harus berada pada kondisi yang sehat dan fit saat mengikuti kegiatan arung jeram. Mendayung dapat menyebabkan kelelahan, tetapi pemandu akan memberikan instruksi pada anda teknik mendayung. Sehingga tidak selamanya saat anda berada diatas perahu akan melakukan pendayungan.
Jika anda merasa ragu dengan kemampuan untuk mengikuti kegiatan arung jeram, atau tentang kesehatan anda, sebaiknya anda melakukan cek kesehatan terlebih dahulu sebelum mengikuti kegiatan arung jeram.
APA YANG HARUS DIPERSIAPKAN UNTUK BER ARUNG JERAM ?
Yang harus prepare dari rumah beberapa hal yang harus disiapkan antara lain : pakaian olahraga dan T-shirt sekaligus pakaian ganti selesai rafting, sepatu olahraga atau sepatu jogging, atau bila anda memiliki sepatu / sandal khusus untuk kegiatan arung jeram akan lebih baik lagi. Perlengkapan mandi ( toiletris ). Untuk anda yang berkacamata, disarankan untuk memberikan pengait / tali pada kacamata anda agar tidak mudah terlepas. Jangan lupa untuk memakai sunscreen, tetapi jangan gunakan dikening karena saat terkena air akan berbahaya bila terkena mata anda, atau menggunakannya pada kaki bagian belakang, hal ini dapat menyebabkan anda terpeleset.
JIKA BELUM PERNAH BER ARUNG JERAM, TINGKAT KESULITAN MANA YANG TEPAT ?
Sebagai awal, mulailah pada sungai dengan tingkat kesulitan class II atau class III. Namun jika anda merasa yakin dengan kemampuan yang anda miliki, sehat dan haus akan tantangan, anda dapat mencoba sungai dengan tingkat kesulitan class IV meskipun belum memiliki pengalaman sebelumnya. Karena pemandu akan melatih anda terlebih dahulu dan menjelaskan bagaimana cara penyelamatan di sungai serta teknik mendayung. Sedangkan untuk sungai dengan class V, anda harus memiliki pengalaman pengarungan sungai dengan tingkat kesulitan class IV terlebih dahulu.
BISAKAH ARUNG JERAM UNTUK YANG TELAH BERUMUR ?
Untuk kesehatan, orang tua yang masih aktif dan berumur lebih dari 60 tahun masih boleh mengikuti kegiatan arung jeram. Sebagai langkah awal, cobalah pengarungan pada sungai dengan tingkat kesulitan class I - II. Selanjutnya tergantung pada apa yang dirasakan setelah melakukan pengarungan tersebut. Anda boleh mencoba pengarungan pada sungai dengan tingkat kesulitan class III. Karena cukup banyak peserta yang berumur 60 - an sampai 70 - an menikmati kegiatan arung jeram.
APA YANG HARUS DILAKUKAN JIKA TERLEMPAR DARI PERAHU ?
Percaya atau tidak, banyak orang yang menyukai saat terlempar keluar dari perahu! Ini sangat mengasyikkan. Pada awalnya memang dapat menyebabkan disorientasi dan sedikit kewalahan. Namun banyak pula orang yang sudah berkali - kali mengikuti kegiatan arung jeram dan tidak pernah terlempar keluar perahu. Beberapa orang hanya berenang pada pengarungan pertama mereka karena tidak mampu naik kembali keatas perahu atau karena tertinggal jauh dari perahu yang melemparkannya. Ini adalah bagian dari sebuah kegiatan arung jeram.
Sebelum anda memulai pengarungan, anda akan diberikan instruksi apa yang harus anda lakukan jika terlempar keluar dari perahu, dan bagaimana berusaha agar tetap aman. Ikuti semua instruksi pemandu anda, dan jika anda tetap terlempar keluar perahu, maka berenang akan lebih mengasyikan dalam pengarungan anda!
Tips di atas adalah metode arung jeram profesional yang kebanyakan di adakan secara profesional juga, lengkap dengan tingkat keamanan dan pemandu yang mengerti arung jeram. Karena kegiatan Rafting atau Arung jeram bukan kegiatan yang main - main mengandalkan kemauan semata, tetapi juga pengetahuan dan mental.
Para pemandu yang profesional dan berpengalaman akan berusaha untuk meminimalisasi resiko dan bahaya. Bahkan secara statistik, anda akan lebih aman mengikuti kegiatan arung jeram dibandingkan dengan berkendara didalam kota. Seorang pegawai pemerintahan di Amerika mengutarakan pada suatu penelitian, bahwa angka kecelakaan untuk kegiatan arung jeram masih jauh dibawah sepak bola! Namun tentu saja masih ada resiko dan anda harus menerima resiko tersebut saat berada di sungai.
BILA TAK BISA BERENANG, BISAKAH IKUT ARUNG JERAM ?
Setiap orang yang mengikuti arung jeram akan selalu mengenakan pelampung ( life jacket ) yang memiliki daya apung tinggi. Pelampung ini akan tetap menjaga anda berada diatas permukaan air, bahkan pada saat anda terlempar dari perahu dan tercebur ke sungai sekalipun. Banyak orang yang tidak dapat berenang mengikuti kegiatan arung jeram dan mereka sangat menikmatinya. Yang paling penting adalah anda tidak panik saat terlempar dari perahu dan tercebur ke sungai. Namun orang yang tidak dapat berenang tidak dianjurkan mengikuti kegiatan arung jeram pada sungai yang memiliki tingkat kesulitan class V keatas dan cukuplah menikmati jeram pada sungai dengan tingkat kesulitan class II dan maksimum class IV.
APAKAH DI BUTUHKAN KONDISI TERTENTU SAAT BER ARUNG JERAM ?
Dalam kegiatan arung jeram selalu menggunakan dayung. Ini artinya anda akan memegang dayung dan melalukan pendayungan saat berada di atas perahu. Anda tentunya harus berada pada kondisi yang sehat dan fit saat mengikuti kegiatan arung jeram. Mendayung dapat menyebabkan kelelahan, tetapi pemandu akan memberikan instruksi pada anda teknik mendayung. Sehingga tidak selamanya saat anda berada diatas perahu akan melakukan pendayungan.
Jika anda merasa ragu dengan kemampuan untuk mengikuti kegiatan arung jeram, atau tentang kesehatan anda, sebaiknya anda melakukan cek kesehatan terlebih dahulu sebelum mengikuti kegiatan arung jeram.
APA YANG HARUS DIPERSIAPKAN UNTUK BER ARUNG JERAM ?
Yang harus prepare dari rumah beberapa hal yang harus disiapkan antara lain : pakaian olahraga dan T-shirt sekaligus pakaian ganti selesai rafting, sepatu olahraga atau sepatu jogging, atau bila anda memiliki sepatu / sandal khusus untuk kegiatan arung jeram akan lebih baik lagi. Perlengkapan mandi ( toiletris ). Untuk anda yang berkacamata, disarankan untuk memberikan pengait / tali pada kacamata anda agar tidak mudah terlepas. Jangan lupa untuk memakai sunscreen, tetapi jangan gunakan dikening karena saat terkena air akan berbahaya bila terkena mata anda, atau menggunakannya pada kaki bagian belakang, hal ini dapat menyebabkan anda terpeleset.
JIKA BELUM PERNAH BER ARUNG JERAM, TINGKAT KESULITAN MANA YANG TEPAT ?
Sebagai awal, mulailah pada sungai dengan tingkat kesulitan class II atau class III. Namun jika anda merasa yakin dengan kemampuan yang anda miliki, sehat dan haus akan tantangan, anda dapat mencoba sungai dengan tingkat kesulitan class IV meskipun belum memiliki pengalaman sebelumnya. Karena pemandu akan melatih anda terlebih dahulu dan menjelaskan bagaimana cara penyelamatan di sungai serta teknik mendayung. Sedangkan untuk sungai dengan class V, anda harus memiliki pengalaman pengarungan sungai dengan tingkat kesulitan class IV terlebih dahulu.
BISAKAH ARUNG JERAM UNTUK YANG TELAH BERUMUR ?
Untuk kesehatan, orang tua yang masih aktif dan berumur lebih dari 60 tahun masih boleh mengikuti kegiatan arung jeram. Sebagai langkah awal, cobalah pengarungan pada sungai dengan tingkat kesulitan class I - II. Selanjutnya tergantung pada apa yang dirasakan setelah melakukan pengarungan tersebut. Anda boleh mencoba pengarungan pada sungai dengan tingkat kesulitan class III. Karena cukup banyak peserta yang berumur 60 - an sampai 70 - an menikmati kegiatan arung jeram.
APA YANG HARUS DILAKUKAN JIKA TERLEMPAR DARI PERAHU ?
Percaya atau tidak, banyak orang yang menyukai saat terlempar keluar dari perahu! Ini sangat mengasyikkan. Pada awalnya memang dapat menyebabkan disorientasi dan sedikit kewalahan. Namun banyak pula orang yang sudah berkali - kali mengikuti kegiatan arung jeram dan tidak pernah terlempar keluar perahu. Beberapa orang hanya berenang pada pengarungan pertama mereka karena tidak mampu naik kembali keatas perahu atau karena tertinggal jauh dari perahu yang melemparkannya. Ini adalah bagian dari sebuah kegiatan arung jeram.
Sebelum anda memulai pengarungan, anda akan diberikan instruksi apa yang harus anda lakukan jika terlempar keluar dari perahu, dan bagaimana berusaha agar tetap aman. Ikuti semua instruksi pemandu anda, dan jika anda tetap terlempar keluar perahu, maka berenang akan lebih mengasyikan dalam pengarungan anda!
Tips di atas adalah metode arung jeram profesional yang kebanyakan di adakan secara profesional juga, lengkap dengan tingkat keamanan dan pemandu yang mengerti arung jeram. Karena kegiatan Rafting atau Arung jeram bukan kegiatan yang main - main mengandalkan kemauan semata, tetapi juga pengetahuan dan mental.
Label:
Arung Jeram,
Flying Fox,
Fun Outbound,
Lokasi Wisata Alam Jawa Timur,
Lokasi Wisata Alam Pacet,
Lokasi Wisata Arung Jeram,
Lokasi Wisata Rafting Pacet,
Obech Rafting,
Outbound Training,
Pacet Rafting,
Paintball,
Rafting Pacet,
Wisata Alam Bandulan,
Wisata Rafting Jawa Timur,
Wisata Rafting Pacet
Sabtu, 12 Maret 2011
Cara Aman Ber Arung Jeram / Rafting
Arung jeram atau dalam bahasa lain dan lebih terkenalnya adalah rafting, memerlukan kekompakan dalam tim, karena arung jeram adalah kegiatan yang melibatkan banyak orang, tak mungkin sendirian, karena jika sendirian di sebut tukang pancing! Kegiatan alam yang cenderung menjadi wisata sungai ini memerlukan strategi untuk aman. Nah ada beberapa cara agar aman dalam ber arung jeram.
Kenali kemampuan diri anda. Jika kemampuan berenang anda minim, pilihlah lokasi kegiatan arung jeram yang tidak menuntut anda memiliki kemampuan berenang.
Gunakanlah selalu pelampung dan helm saat anda berada di atas air maupun saat beristirahat sejenak di pinggiran sungai.
Waspadalah terhadap segala bahaya yang ada di sungai atau tempat sekitar arung jeram, dan persiapkan diri menghadapi kemungkinan bahaya itu.
Mintalah pada skipper untuk menghentikan kegiatan jika terjadi hujan deras atau jika anda dalam pengarungan. Segera tepikan perahu, tunggu sampai hujan berhenti dan debit air kembali normal.
Gunakanlah sepatu olahraga atau sandal gunung selama mengikuti kegiatan arung jeram.
Pasanglah pengait jika anda memakai kacamata.
Jangan mengenakan pakaian dan bahan banyak menyerap air sehingga memberatkan anda, kenakanlah pakaian dari bahan lycra, neoprene atau parasut.
Ikatlah rambut anda dengan baik, jangan biarkan tergerai.
Pakailah sunblock untuk menghindari sunburn dengan SPF yang sesuai dengan kulit anda, oleskan secara merata dan jangan dioleskan pada dahi dan lipatan lutut.
TinggaIkan segala barang berharga anda seperti perhiasan. jam tangan, HP dan kunci kendaraan pada tempat yang aman.
Bawalah barang - barang yang diperlukan selama dalam pengarungan. Pastikan barang - barang itu terbungkus kantong plastik sebelum memasukkannya ke dalam dry bag, serta pastikan pula dry bag yang dibawa dalam kondisi yang baik dan terikat pada perahu selama pengarungan.
Pastikan diri anda tidak berada di bawah pengaruh alkohol dan obat - obatan sebelum memulai kegiatan. Jangan memaksaka diri mengikuti kegiatan jika anda masih dalam masa pengobatan atau perawatan.
Pastikan bahwa anda telah mengerti sepenuhnya tentang cara, teknik dan instilah yang diberikan saat safety talk sebelum anda memulai kegiatan. Jika merasa ragu dan belum memahami, jangan malu meminta trip leader atau skipper untuk menjelaskan kembali.
Label:
Arung Jeram,
Flying Fox,
Fun Outbound,
Lokasi Wisata Alam Pacet,
Lokasi Wisata Arung Jeram,
Lokasi Wisata Rafting Pacet,
Obech Rafting,
Outbound Training,
Pacet Rafting,
Paintball,
Rafting Pacet,
Timur Langit,
Wisata Alam Bandulan,
Wisata Rafting Jawa Timur,
Wisata Rafting Pacet
Minggu, 13 Februari 2011
Latihan Outbound untuk Manajemen SDM
Program pelatihan pengembangan kerjasama kelompok dengan menggunakan media luar ruang (outdoor), didalam ruangan (Indoor) serta processing feedback session. Yang termasuk dalam program ini antara lain: Pengembangan wawasan dan pengetahuan (knowledge), kerjasama tim (team work), motivasi kerja (motivation work), kepercayaan diri (personal confidence), kompetisi (Kompetitif), kepemimpinan (Leadership). Program management outbound ini lebih ditekankan pada pengembangan managemen karyawan perusahaan / instansi pemerintah (60% Games dan 40 % diskusi), efektif kegiatan 1 sampai 5 hari, disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
OUTBOUND MANAGEMENT TRAINING mempunyai sequence program management outbound yang customized dimana selalu mengacu pada perkembangan peserta ( dinamika kelompok ) selama pelatihan berlangsung. Secara umum program ini memiliki 3 (tiga) sequence yang berbeda penekanannya, yaitu :
INDOOR SESSION
Sesi ini difokuskan untuk mengembangkan wawasan dan pengetahuan peserta tentang pentingnya membangun dan mengembangkan kerja sama dalam suatau unit kerja maupun antar unit kerjasecara sinergis dengan mengacu kepada pergeseran peradigma yang digunakan dalam lingkungan bisnis. Juga untuk mengeksplor perilaku perilaku positif yang dibutuhkan dalam kerja sama sebuah tim yang efektif.
OUTDOOR SESSION
Sesi ini untuk menguji dan mengembangkan sinergi tim kerja, menetapkan tujuan dan sasaran yang akan dicapai oleh tim kerja serta selalu dirangsang dan ditantang untuk selalu berubah kearah yang lebih tinggi, sehingga menantang munculnya inovasi dan kreativitas anggota tim kerja melalui penugasan penugasan dilapangan melalui media permainan kelompok yang bersifat kerjasama antar individu, dan pemecahan masalah bersama.
PROCESSING FEDBACK SESSION
Processing Feedback session ini merupakan fondasi dari keseluruhan program dan menggambarkan sifat umpan balik yang dibutuhkan dalam mengembangkan sumber daya setiap individu dalam merefleksikan kekuatan dan kelemahannya didalam berinteraksi dalam tim.
Cara ini dianggap efektif dan efisien dalam menyembarkan kebiasaan – kebiasaan yang baik maupun pengetahuan yang baru. focus dari sesi ini adalah memberikan feedback yang reliable kepada peserta berdasarkan dinamika kelompok khususnya mengenai sikap (attitude) dan perilaku ( behavior ) para peserta sebagaui anggota tim kerja.
Objektif Pelatihan:
1. Menumbuhkan nilai nilai kerja dalam tim kerja yang selalu mengarah pada pencapaian standard kerja yang prima.
2. Mengembangkan budaya kerja yang dilandasi semangat mengahargai kolektifitas Tim kerja daripada sikap individualitas melalui pengembangan sikap antara lain berani mengungkapkan perspektif dan opini dengan cara cara yang memberikan respek terhadap pandangan orang lain; mendorong motivasi kerja dirinya maupun rekan kerjanya, dll.
3. Mengembangkan keterampilan individu dalam memeberdayakan (empowered) anggota Tim kerjanya serta keterampilan dalam menciptakan iklim kerja yang nyaman dan kondusif
Management Outbound Training adalah suatu bentuk atau metode pelatihan di alam terbuka (outdoor) dengan penekanan pada pengembangan kemampuan di bidang manajemen organisasi dan pengembangan diri (personal development) yang didesain khusus untuk meningkatkan kemampuan softskill karyawan perusahaan yang disimulasikan melalui permainan-permainan yang secara langsung bisa dirasakan oleh peserta dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri (personal development), berpikir kreatif (inovasi), rasa kebersamaan dan saling percaya (trust) serta penyegaran dan memecahkan kekakuan birokrasi.
Program ini bertujuan membangun insan perusahaan yang memiliki integritas, loyalitas, dan menegakkan prinsip-prinsip organisasi dengan menitik beratkan pada learning process yang disampaikan melalui aktifitas-aktifitas ringan dan menyenangkan yang merupakan miniatur dari kehidupan sehari-hari.
Tema yang bisa dikembangkan antara lain : CHANGE, Team Building, Team Work, Motivasi, Leadership, Personal Development dll.
Team Building
Dalam program ini setiap peserta dituntut untuk lebih mengenai seluruh komponen yang terlibat, memecahkan kekakuan birokrasi, kebekuan komunikasi dan pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan serta kesatuan individu, selain itu anggota tim harus memiliki sikap saling ketergantungan.
Team Work
Program ini menekankan pada peningkatan kemampuan kinerja tim yang didasari oleh komitmen pribadi anggopta tim mengenai elemen-elemen yang mendasari kerja tim yang efektif seperti saling membagi peranan dan pengorbanan, saling menghargai, komunitas terbuka dan komitmen, sehingga akan terbangun suatu ikatan kebersaman yang mampu membangkitkan semangat kerja tim (team spirit) yang pada akhirnya mampu meningkatkan kinerja kerja.
Leadership & Empowerment
Peserta management outbound mengeksplorasi karakter-karakter seorang pemimpin seperti halnya komitmen, visi, kemampuan mendegar secara aktif dan suri tauladan. Mereka dapat mengalami karakter-karakter ini secara nyata sehingga dapat memadukan kompetensi individual dan memberdayakan sehingga memberikan kontribusi untuk pencapaian suatu tujuan.
Personal Development
Program ini menekankan pada pengembangan seseorang sebagai pribadi yang utuh. Setiap peserta dituntut untuk memiliki komitmen bagi pertumbuhan dan optimalisasi perkembangan diri agar lebih asertif, proaktif dan bertanggung jawab. Keberanian untuk mengambil resiko dalam menjalani tantangan pribadi untuk menggapai kemenangan.
Strategic Planning
Mencapai hasil yang optimal dari setiap aktivitas baik secara individual maupun organisasional adalah tidak mungkin tanpa terlebih dahulu memikirkan strategi perencanaan. Perencanaan akan menggambarkan pencapaian sebuah aktivitas. Program ini mengajak setiap peserta untuk mencoba, berlatih dan menyusun perencanaan misi berdasarkan setiap visi yang ditentukan oleh individu maupun organisasi.
Materi Program :
• Peran individu dalam tim
• Prinsip nilai kerja tim
• Effective teamwork
• Communication Skill
• Kepemimpinan dalam tim
Label:
Arung Jeram,
Flying Fox,
Fun Outbound,
Lokasi Wisata Alam Jawa Timur,
Lokasi Wisata Alam Pacet,
Lokasi Wisata Arung Jeram,
Lokasi Wisata Rafting Pacet,
Obech Rafting,
Outbound Training,
Pacet,
Pacet Rafting,
Paintball,
Rafting,
Rafting Pacet,
Timur Langit,
Wahana Wisata Camping,
Wisata Alam Bandulan,
Wisata Rafting Jawa Timur
Kamis, 10 Februari 2011
MANFAAT BERWISATA RAFTING
Arung Jeram adalah kegiatan yang membutuhkan kemampuan fisik dan mental karena adanya tantangan alam. Tentu ada aspek rekreasi Rafting Adventure karena lokasinya berada di daerah yang masih hijau dan asri. Anda bisa menikmati pemandangan dan suasana yang tenang. Arung jeram juga biasanya dilakukan beramai-ramai.
Ketika melintasi jeram, Anda akan berteriak keras, seolah-olah terlepas dari semua masalah. Anda pun akan merasa excited dan stres yang membebani pikiran akan hilang. Bahkan, sekali mengarungi Wisata Arung Jeram, Anda pasti akan ketagihan. Mengapa? Seperti olah raga lain, arung jeram bagus dari segi kesehatan. Berarung jeram dapat
meningkatkan kemampuan atau kapasitas jantung dan paru-paru, kekuatan dan daya tahan otot, serta fleksibilitas sendi bahu dan pinggang. Manfaat Rafting Adventure, tubuh bisa merasa lebih bugar.
Arung Jeram sebagai Wisata Arung Jeram mulai dikenal di Indonesia pada pertengahan dekade 90-an. Sebelumnya kegiatan ini lebih banyak dilakukan para pencinta alam. Tak ayal, muncul kesan bahwa arung jeram hanya bisa dilakukan oleh orang yang sudah ahli dan berpengalaman. Namun pada dasarnya olahraga arung jeram bisa dilakukan siapa saja tentu saja dengan persyaratan tertentu yang tentu saja untuk menjaga keselamatan orang itu sendiri.
PERSIAPAN ARUNG JERAM
• Tidak ada pakaian khusus, tapi jangan pakai jins karena akan memberatkan jika terkena air. Pilih yang ringan, tidak menyerap air, dan tidak menyulitkan gerakan di air
• Sepatu juga tidak perlu jenis khusus, tapi sebaiknya gunakan sandal gunung, atau sepatu kets yang tidak licin dan ringan.
• Makan dulu minimal dua jam sebelumnya. Jangan terlalu banyak karena bisa muntah jika sering mengalami goncangan di perahu. Makan cukup kalori, supaya bertenaga
• Sebelumnya lakukan peregangan otot bahu dan lengan untuk menghindari cedera otot atau kram. Setengah jam cukup.
• Setiap petunjuk harus dipahami dengan benar
Dan jika ingin mencoba kegiatan wisata rafting, anda bisa menghubungi
Info & reservasi :
Email : info.realrafting@gmail..com
Web : www.wisata-pacetrafting.co.cc atau www.timurlangitadventure.tk
Contact Person :
Mahardhika (031) 71876861, 081231382110
Email : info.realrafting@gmail..com
Web : www.wisata-pacetrafting.co.cc atau www.timurlangitadventure.tk
Contact Person :
Mahardhika (031) 71876861, 081231382110
Label:
Arung Jeram,
Flying Fox,
Fun Outbound,
Lokasi Wisata Alam Jawa Timur,
Lokasi Wisata Alam Pacet,
Lokasi Wisata Arung Jeram,
Lokasi Wisata Rafting Pacet,
Obech Rafting,
Outbound Training,
Pacet,
Pacet Rafting,
Paintball,
Rafting,
Rafting Pacet,
Timur Langit,
Wahana Wisata Camping,
Wisata Alam Bandulan,
Wisata Rafting Jawa Timur
Langganan:
Komentar (Atom)











































