Arung jeram suatu kegiatan yang banyak di minati, baik untuk berwisata, olah raga maupun kegiatan rutin tim penggiat alam bebas. Tentu memang kegiatan yang tak murah dewasa ini, tetapi semua bisa di adakan dengan murah jika di lakukan dalam bentuk tim terpadu. Untuk prasarana dan sarana ber arung jeram akan aku tuliskan berikut ini sebagai bahan pertimbangan dan pengetahuan rekan petualang semua.
Perahu Karet.
Ini alat utama yang harus ada, karena tak mungkin kita ber arung jeram menggunakan ban dalam mobil atau pelampung boneka milik adik bayi kita. Dan tak hanya sekedar bisa mengapung atau mengambang, bisa bermanuver dengan cepat, bia mengeluarkan air secara otomatis, memiliki empat tabung udara yang sehingga jika salah satu tabung bocor akan digantikan oleh yang lain, dan yang pasti kuat dan kokoh.
Jenis - jenis perahu karet :
a. Landing Craft Rubber
b. Oval, Perahu dengan rancangan bagian buritan dan haluan dibuat agak mencuat agar air tidak mudah masuk dan mampu menjaga kestabilan perahu ketika melewati jeram besar. Perahu dibagi atas dua golongan yaitu:
a. Non self Bailing Floor
Perahu ini tidak dilengkapi dengan lubang - lubang pembuangan air, sehingga air yang masuk kedalam perahu, karena itu perahu jenis ini harus dilengkapi dengan ember / gayung untuk membuang air.
b.Self Bailing Floor
Perahu jenis ini adalah perahu jenis terbaru. Perahu jenis ini dilengkapi dengan lantai yang dipompa dan lubang pembuangan air. Air yang masuk kedalam perahu otomatis akan keluar dengan sendirinya.
Dayung atau alat pengayuh
Dayung sebagai alat kayuh pada olahraga arung jeram sedapat mungkin dibuat dari bahan yang kuat tetapi ringan. Ada beberapa jenis dayung yang biasa digunakan untuk berarung jeram :
a.Dayung kayu. Dayung ini lebih berat dan kekuatannya kurang dibandingkan dengan dayung yang dibuat dari bahan lain.
b.Dayung Fiberglass Dayung ini cukup ringan tetapi mudah pecah dan pecahannya sangat tajam, bisa melukai pemakainya.
c.Dayung Alumunium dan Plastik Dayung ini cukup ringan, mudah terapung, lebih kuat dari dayung lainnya. Dayung jenis ini yang lebih banyak dipakai berarung eram. Dayung yang dipergunakan oleh awak perahu, panjangnya berkisar antara 4,5 – 6 kaki. Tetapi umumnya adalah 5 – 5,5 kaki. Sesungguhnya faktor penentu ukuran panjang dayung ada tiga hal, yaitu : besar badan dan kekuatan awak, diameter tabung perahu dan kelilingnya, sebagai pendayung awak atau pendayung kemudi / kapten.
Carabiner
Dalam kegiatan Arung Jeram sangat banyak gunanya,bisa dibuat untuk menggantungkan barang - barang, berguna untuk alat rescue.
Pelampung
Ada dua jenis pelampung yang biasa digunakan yaitu pelampung padat dan pelampung tiup. Jenis pelampung yang baik dan benar untuk berarung jeram adalah pelampung yang sesuai dengan ukuran postur tubuh, berisi gabus tebal ( dapat berfungsi sebagai penahan benturan terhadap benda keras ). Untuk kemungkinan menghadapi keadaan darurat , perlu dipertimbangkan mengenai penggunaan pelampung dengan tambahan dibagian belakang kepala, agar kepala tetap terapung tengadah, apabila tidak sadarkan diri.
Helmet
Mengarungi sungai berjeram dengan letak batuan yang tidak beraturan atau sungai dengan tingkat kesulitan yang tinggi, helm mutlak digunakan. Tujuannya untuk melindungi kepala dari kemungkinan benturan benda keras. Helm yang baik harus ringan, tahan air, dan tidak mengganggu pandangan maupun gerakan.
Tali lempar ( Throw Rope )
Panjangnya kurang lebih 30 meter. Tali ini digunakan untuk keadaan darurat dan dalam perahu harus ada satu gulungan tali ini dari jenis kernmantel dinamis.
Tali untuk membalikan perahu ( Flip Line )
Biasanya dikaitkan disamping perahu. Apabila perahu terbalik maka tali ini dapat digunakan untuk membalikan perahu ke posisi semula.
Pompa
Pompa berguna untuk menjaga bila tabung perahu kempis. Sehingga alat tersebut sebaiknya dibawa pada saat pengarungan. Selain pompa kaki ( foot-pump ), terdapat pula pompa yang two barrel, artinya selain dapat memompa udara kedalam perahu, juga dapat menyedot udara dari dalam perahu. Tidak disarankan memompa perahu dengan menggunakan kompresor, karena udara yang keluar dari kompresor adalah udara panas. Hal ini dapat menyebabkan perahu pecah.
Peluit
Melakukan komunikasi lewat suara sangatlah sulit karena suara deru jeram sangatlah keras. Untuk mengatasinya digunakan peluit, yang dibantu aba - aba dengan tangan atau dayung.
Dry Bag
Dry bag digunakan untuk menyimpan / membawa barang - barang yang tidak tahan air seperti makanan, medical kit, dan lain - lain.
Perlengkapan P3K
Mutlak harus dibawa. Jenis obatnya dapat disesuaikan dengan kondisi medan dan kebutuhan selama mengarungi sungai.
Prusik
Prusik yang kita bawa sebaiknya berukuran 50 – 60 % dari tali utama yang kita gunakan atau sekitar 5 – 7 mm. Dengan memakai simpul Double Fisherman ikatlah kedua ujung prusik menjadi loop ( lingkaran ). Sangat membantu saat menggunakan sistem C-Rig atau Z-Rig unutk menarik perahu yang terjebak rintangan di tengah sungai.
Pulley
Bisa juga digunakan dengan carabiner untuk mengurangi friksi saat penggunaan tali dengan menggunakan sistem C-Rig atau Z-Rig sehingga beban menjadi ringan saat di tarik. Diameter Pulley adalah 2 inchi, berdasarkan bending radius yang paling ideal. Tetapi sebenarnya dengan ukuran tersebut untuk rescue kit terlalu berat dan kurang efektif, karena itu sekarang terdapat Pulley dengan material yang sama tetapi berukuran lebih kecil dengan kekuatan 3000 – 5000 pounds.
Pisau Saku ( Pocket Knives )
Dengan ukuran yang relatif kecil sehingga efisien untuk dibawa, dimasukan ke dalam saku pelampung. Gunanya banyak sekali selain untuk survival kit. Terdapat dua macam pisau yang biasa digunakan untuk berarung jeram, yaitu single-blade dan double-blade. Hanya yang perlu diingat cara menyimpannya agar tidak membahayakan diri sendiri. Nah selamat ber arung jeram ya sahabat alam semua.
Jasa Outbound Surabaya - Outbound Malang
Jasa Outbound yang ada di Surabaya, Sidoarjo, Pacet, Trawas, Tretes, Malang, Batu, Bromo, Dapatkan Paket Outbound yang terbaik dan Lokasi yang rekomendasi di Jawa Timur hanya dengan Outbound Timur Langit. Info. 081231382110 / 081333517815.
Sabtu, 28 Mei 2011
Peralatan Untuk Berarung Jeram (White Water Rafting)
Label:
Arung Jeram,
Flying Fox,
Fun Outbound,
Kasembon,
Lokasi Wisata Arung Jeram,
Lokasi Wisata Rafting Pacet,
Obech,
Obech Rafting,
Obech Rafting Pacet,
Outbound Training,
Pacet Rafting,
Paintball,
Rafting Pacet,
Songa,
Wisata Pacet Rafting,
Wisata Rafting Jawa Timur,
Wisata Rafting Pacet
Sabtu, 14 Mei 2011
Dalam rafting atau arung jeram, masalah yang tak ingin di temui adalah terlempar dari perahu atau harus berenang di derasnya arus sungai. Bila itu semua terjadi, langkah utama adalah dilarang panik, bagi yang terlempar ke sungai maupun untuk yang masih berada di dalam perahu. Dan berikut ini tips self rescue dalam kondisi kecelakaan di arus deras dalam arung jeram.
A. Berenang di Jeram
Hal yang perlu diingat dan dilakukan saat sedang berenang di jeram,yaitu :
1 . Tenang. Yakinkan diri bahwa pelampung kuat mengangkat tubuh anda ke permukaan air secepatnya.
2 . Jika anda muncul di bawah perahu, gunakan tangan anda untuk menggeser badan ke arah samping perahu.
3 . Jika kesulitan untuk naik ke atas perahu jangan ragu minta bantuan pada anggota tim lain yang berada diatas perahu untuk membantu.
4 . Jika tidak dapat kembali ke perahu secepatnya berenang dengan posisi duduk atau telentang, dengan kaki di usahakan sedekat mungkin dengan permukaan air, badan menghadap ke arah hilir sungai.
5 . Jika ada batu di depan, sambut dengan kaki, badan kemungkinan akan terputar. Setelah itu kembali ke posisi semula.
6 . Bila melihat jeram mulai kecil dan sedikit, berenanglah segera menuju ke tepi sungai atau bila ada eddies, berenaglah menuju ke eddies. Kemudian tunggulah hingga dijemput anggota tim lainnya.
Posisi telentang menghadap ke arah hilir sungai dengan kaki tetap berada di atas permukaan air dan pandangan selalu mengarah kedepan dimaksudkan agar kita dapat mengetahui rintangan yang ada di depan kita seperti batu strainer dan lain - lainnya, juga untuk menghindarkan diri dari kaki terjepit di celah batu.
Hal lainnya yaitu juga untuk membantu kita mengorientasi bagian depan sungai untuk antisipasi tindakan penyelamatan.
B. Perahu Terjebak ( Wrap )
Perahu wrap di batu atau di dinding sungai yaitu keadaan dimana perahu terbentur batu / dinding, sedangkan arus kuat mendorong dari arah berlawanan. Jika sisi bagian hulu tertekan air dan tenggelam maka perahu akan melekat di batu / dinding. Cara melepaskan diri yaitu dengan teknik ‘Filp Line’ ( jika Wrap ringan ) yaitu dengan mendorong atau menarik perahu ke arah bagian batu yang tidak menyebabkan wrap, cara lain yaitu dengan teknik ‘Z-Drag’ ( bila wrap berat ) yaitu dengan mengempiskan salah satu katup tabung perahu.
Keadaan wrap ini dapat dihindari jika pada saat perahu akan membentur batu atau dinding anggota tim pindah posisi ke sisi yang berada pada sisi perahu yang akan menabrak batu / dinding. Akibatnya sisi bagian hulu ( sisi perahu yang dikosongkan ) akan terangkat sehingga arus kuat melewati bagian bawah perahu.
C. Perahu Terbalik
Keadaan ini bisa disebabkan ketika melewati dam, hole ataupun saat masuk eddies yang kuat dan besar.
Teknik dalam membalikkan perahu :
1. Bagi tugas anggota tim yang naik ke perahu yang terbalik dengan yang tetap berada di air sambil memegang erat perahu ( pada D-ring atau pada Toat perahu )
2. Anggota tim yang diatas perahu memasangkan carabiner ke D-rig lalu mengikatnya dengan tali / webbing ( sisi yang akan dibalik ).
3. Lakukan pembalikkan perahu dengan menarik tali atau dengan bantuan T-grip dayung ( terlebih dahulu dikaitkan dengan tali ). Posisi pembalik perahu berada di bagian sisi yang menjadi tumpuan atau lawan dari sisi yang akan ditarik. Anggota tim dibawah bersiap - siap ( memegang erat toat perahu ). Perahu dibalik dengan cara tali ditarik ke arah belakang yang didahului dengan hentakan keras hingga perahu oleng terbalik kembali.
4. Setelah perahu terbalik seperti semula, posisi anggota tim yang tadinya diatas perahu terbalik kini berada dibawah dan sebaliknya dengan anggota tim yang dibawah kini berada diatas perahu.
5. Anggota tim yang kini diatas membantu menaikkan anggota tim yang berada dibawah.
6. Selama dalam pembalikkan perahu diusahakan agar barang - barang tidak boleh hilang contohnya dayung.
Penggunaan peralatan penyelamat dan tali - temali ( rescue rope )
Dalam self rescue juga digunakan alat bantuan dalam penyelamatan misalnya menggunakan rescue rope atau tali lempar ketika ada peserta yang hanyut, tertahan di hole, terperangkap di jeram, di atas batu, di eddies, ketika ada perahu yang wrap atau terjepit diantara batu.
A. Berenang di Jeram
Hal yang perlu diingat dan dilakukan saat sedang berenang di jeram,yaitu :
1 . Tenang. Yakinkan diri bahwa pelampung kuat mengangkat tubuh anda ke permukaan air secepatnya.
2 . Jika anda muncul di bawah perahu, gunakan tangan anda untuk menggeser badan ke arah samping perahu.
3 . Jika kesulitan untuk naik ke atas perahu jangan ragu minta bantuan pada anggota tim lain yang berada diatas perahu untuk membantu.
4 . Jika tidak dapat kembali ke perahu secepatnya berenang dengan posisi duduk atau telentang, dengan kaki di usahakan sedekat mungkin dengan permukaan air, badan menghadap ke arah hilir sungai.
5 . Jika ada batu di depan, sambut dengan kaki, badan kemungkinan akan terputar. Setelah itu kembali ke posisi semula.
6 . Bila melihat jeram mulai kecil dan sedikit, berenanglah segera menuju ke tepi sungai atau bila ada eddies, berenaglah menuju ke eddies. Kemudian tunggulah hingga dijemput anggota tim lainnya.
Posisi telentang menghadap ke arah hilir sungai dengan kaki tetap berada di atas permukaan air dan pandangan selalu mengarah kedepan dimaksudkan agar kita dapat mengetahui rintangan yang ada di depan kita seperti batu strainer dan lain - lainnya, juga untuk menghindarkan diri dari kaki terjepit di celah batu.
Hal lainnya yaitu juga untuk membantu kita mengorientasi bagian depan sungai untuk antisipasi tindakan penyelamatan.
B. Perahu Terjebak ( Wrap )
Perahu wrap di batu atau di dinding sungai yaitu keadaan dimana perahu terbentur batu / dinding, sedangkan arus kuat mendorong dari arah berlawanan. Jika sisi bagian hulu tertekan air dan tenggelam maka perahu akan melekat di batu / dinding. Cara melepaskan diri yaitu dengan teknik ‘Filp Line’ ( jika Wrap ringan ) yaitu dengan mendorong atau menarik perahu ke arah bagian batu yang tidak menyebabkan wrap, cara lain yaitu dengan teknik ‘Z-Drag’ ( bila wrap berat ) yaitu dengan mengempiskan salah satu katup tabung perahu.
Keadaan wrap ini dapat dihindari jika pada saat perahu akan membentur batu atau dinding anggota tim pindah posisi ke sisi yang berada pada sisi perahu yang akan menabrak batu / dinding. Akibatnya sisi bagian hulu ( sisi perahu yang dikosongkan ) akan terangkat sehingga arus kuat melewati bagian bawah perahu.
C. Perahu Terbalik
Keadaan ini bisa disebabkan ketika melewati dam, hole ataupun saat masuk eddies yang kuat dan besar.
Teknik dalam membalikkan perahu :
1. Bagi tugas anggota tim yang naik ke perahu yang terbalik dengan yang tetap berada di air sambil memegang erat perahu ( pada D-ring atau pada Toat perahu )
2. Anggota tim yang diatas perahu memasangkan carabiner ke D-rig lalu mengikatnya dengan tali / webbing ( sisi yang akan dibalik ).
3. Lakukan pembalikkan perahu dengan menarik tali atau dengan bantuan T-grip dayung ( terlebih dahulu dikaitkan dengan tali ). Posisi pembalik perahu berada di bagian sisi yang menjadi tumpuan atau lawan dari sisi yang akan ditarik. Anggota tim dibawah bersiap - siap ( memegang erat toat perahu ). Perahu dibalik dengan cara tali ditarik ke arah belakang yang didahului dengan hentakan keras hingga perahu oleng terbalik kembali.
4. Setelah perahu terbalik seperti semula, posisi anggota tim yang tadinya diatas perahu terbalik kini berada dibawah dan sebaliknya dengan anggota tim yang dibawah kini berada diatas perahu.
5. Anggota tim yang kini diatas membantu menaikkan anggota tim yang berada dibawah.
6. Selama dalam pembalikkan perahu diusahakan agar barang - barang tidak boleh hilang contohnya dayung.
Penggunaan peralatan penyelamat dan tali - temali ( rescue rope )
Dalam self rescue juga digunakan alat bantuan dalam penyelamatan misalnya menggunakan rescue rope atau tali lempar ketika ada peserta yang hanyut, tertahan di hole, terperangkap di jeram, di atas batu, di eddies, ketika ada perahu yang wrap atau terjepit diantara batu.
Label:
Arung Jeram,
Flying Fox,
Fun Outbound,
Lokasi Wisata Alam Pacet,
Lokasi Wisata Arung Jeram,
Lokasi Wisata Rafting Pacet,
Obech Rafting,
Outbound Training,
Pacet,
Pacet Rafting,
Paintball,
Rafting,
Rafting Pacet,
Wisata Pacet Rafting,
Wisata Rafting Jawa Timur,
Wisata Rafting Pacet
Rafting Self Rescue
Dalam rafting atau arung jeram, masalah yang tak ingin di temui adalah terlempar dari perahu atau harus berenang di derasnya arus sungai. Bila itu semua terjadi, langkah utama adalah dilarang panik, bagi yang terlempar ke sungai maupun untuk yang masih berada di dalam perahu. Dan berikut ini tips self rescue dalam kondisi kecelakaan di arus deras dalam arung jeram.
A. Berenang di Jeram
Hal yang perlu diingat dan dilakukan saat sedang berenang di jeram,yaitu :
1 . Tenang. Yakinkan diri bahwa pelampung kuat mengangkat tubuh anda ke permukaan air secepatnya.
2 . Jika anda muncul di bawah perahu, gunakan tangan anda untuk menggeser badan ke arah samping perahu.
3 . Jika kesulitan untuk naik ke atas perahu jangan ragu minta bantuan pada anggota tim lain yang berada diatas perahu untuk membantu.
4 . Jika tidak dapat kembali ke perahu secepatnya berenang dengan posisi duduk atau telentang, dengan kaki di usahakan sedekat mungkin dengan permukaan air, badan menghadap ke arah hilir sungai.
5 . Jika ada batu di depan, sambut dengan kaki, badan kemungkinan akan terputar. Setelah itu kembali ke posisi semula.
6 . Bila melihat jeram mulai kecil dan sedikit, berenanglah segera menuju ke tepi sungai atau bila ada eddies, berenaglah menuju ke eddies. Kemudian tunggulah hingga dijemput anggota tim lainnya.
Posisi telentang menghadap ke arah hilir sungai dengan kaki tetap berada di atas permukaan air dan pandangan selalu mengarah kedepan dimaksudkan agar kita dapat mengetahui rintangan yang ada di depan kita seperti batu strainer dan lain - lainnya, juga untuk menghindarkan diri dari kaki terjepit di celah batu.
Hal lainnya yaitu juga untuk membantu kita mengorientasi bagian depan sungai untuk antisipasi tindakan penyelamatan.
B. Perahu Terjebak ( Wrap )
Perahu wrap di batu atau di dinding sungai yaitu keadaan dimana perahu terbentur batu / dinding, sedangkan arus kuat mendorong dari arah berlawanan. Jika sisi bagian hulu tertekan air dan tenggelam maka perahu akan melekat di batu / dinding. Cara melepaskan diri yaitu dengan teknik ‘Filp Line’ ( jika Wrap ringan ) yaitu dengan mendorong atau menarik perahu ke arah bagian batu yang tidak menyebabkan wrap, cara lain yaitu dengan teknik ‘Z-Drag’ ( bila wrap berat ) yaitu dengan mengempiskan salah satu katup tabung perahu.
Keadaan wrap ini dapat dihindari jika pada saat perahu akan membentur batu atau dinding anggota tim pindah posisi ke sisi yang berada pada sisi perahu yang akan menabrak batu / dinding. Akibatnya sisi bagian hulu ( sisi perahu yang dikosongkan ) akan terangkat sehingga arus kuat melewati bagian bawah perahu.
C. Perahu Terbalik
Keadaan ini bisa disebabkan ketika melewati dam, hole ataupun saat masuk eddies yang kuat dan besar.
Teknik dalam membalikkan perahu :
1. Bagi tugas anggota tim yang naik ke perahu yang terbalik dengan yang tetap berada di air sambil memegang erat perahu ( pada D-ring atau pada Toat perahu )
2. Anggota tim yang diatas perahu memasangkan carabiner ke D-rig lalu mengikatnya dengan tali / webbing ( sisi yang akan dibalik ).
3. Lakukan pembalikkan perahu dengan menarik tali atau dengan bantuan T-grip dayung ( terlebih dahulu dikaitkan dengan tali ). Posisi pembalik perahu berada di bagian sisi yang menjadi tumpuan atau lawan dari sisi yang akan ditarik. Anggota tim dibawah bersiap - siap ( memegang erat toat perahu ). Perahu dibalik dengan cara tali ditarik ke arah belakang yang didahului dengan hentakan keras hingga perahu oleng terbalik kembali.
4. Setelah perahu terbalik seperti semula, posisi anggota tim yang tadinya diatas perahu terbalik kini berada dibawah dan sebaliknya dengan anggota tim yang dibawah kini berada diatas perahu.
5. Anggota tim yang kini diatas membantu menaikkan anggota tim yang berada dibawah.
6. Selama dalam pembalikkan perahu diusahakan agar barang - barang tidak boleh hilang contohnya dayung.
Penggunaan peralatan penyelamat dan tali - temali ( rescue rope )
Dalam self rescue juga digunakan alat bantuan dalam penyelamatan misalnya menggunakan rescue rope atau tali lempar ketika ada peserta yang hanyut, tertahan di hole, terperangkap di jeram, di atas batu, di eddies, ketika ada perahu yang wrap atau terjepit diantara batu.
A. Berenang di Jeram
Hal yang perlu diingat dan dilakukan saat sedang berenang di jeram,yaitu :
1 . Tenang. Yakinkan diri bahwa pelampung kuat mengangkat tubuh anda ke permukaan air secepatnya.
2 . Jika anda muncul di bawah perahu, gunakan tangan anda untuk menggeser badan ke arah samping perahu.
3 . Jika kesulitan untuk naik ke atas perahu jangan ragu minta bantuan pada anggota tim lain yang berada diatas perahu untuk membantu.
4 . Jika tidak dapat kembali ke perahu secepatnya berenang dengan posisi duduk atau telentang, dengan kaki di usahakan sedekat mungkin dengan permukaan air, badan menghadap ke arah hilir sungai.
5 . Jika ada batu di depan, sambut dengan kaki, badan kemungkinan akan terputar. Setelah itu kembali ke posisi semula.
6 . Bila melihat jeram mulai kecil dan sedikit, berenanglah segera menuju ke tepi sungai atau bila ada eddies, berenaglah menuju ke eddies. Kemudian tunggulah hingga dijemput anggota tim lainnya.
Posisi telentang menghadap ke arah hilir sungai dengan kaki tetap berada di atas permukaan air dan pandangan selalu mengarah kedepan dimaksudkan agar kita dapat mengetahui rintangan yang ada di depan kita seperti batu strainer dan lain - lainnya, juga untuk menghindarkan diri dari kaki terjepit di celah batu.
Hal lainnya yaitu juga untuk membantu kita mengorientasi bagian depan sungai untuk antisipasi tindakan penyelamatan.
B. Perahu Terjebak ( Wrap )
Perahu wrap di batu atau di dinding sungai yaitu keadaan dimana perahu terbentur batu / dinding, sedangkan arus kuat mendorong dari arah berlawanan. Jika sisi bagian hulu tertekan air dan tenggelam maka perahu akan melekat di batu / dinding. Cara melepaskan diri yaitu dengan teknik ‘Filp Line’ ( jika Wrap ringan ) yaitu dengan mendorong atau menarik perahu ke arah bagian batu yang tidak menyebabkan wrap, cara lain yaitu dengan teknik ‘Z-Drag’ ( bila wrap berat ) yaitu dengan mengempiskan salah satu katup tabung perahu.
Keadaan wrap ini dapat dihindari jika pada saat perahu akan membentur batu atau dinding anggota tim pindah posisi ke sisi yang berada pada sisi perahu yang akan menabrak batu / dinding. Akibatnya sisi bagian hulu ( sisi perahu yang dikosongkan ) akan terangkat sehingga arus kuat melewati bagian bawah perahu.
C. Perahu Terbalik
Keadaan ini bisa disebabkan ketika melewati dam, hole ataupun saat masuk eddies yang kuat dan besar.
Teknik dalam membalikkan perahu :
1. Bagi tugas anggota tim yang naik ke perahu yang terbalik dengan yang tetap berada di air sambil memegang erat perahu ( pada D-ring atau pada Toat perahu )
2. Anggota tim yang diatas perahu memasangkan carabiner ke D-rig lalu mengikatnya dengan tali / webbing ( sisi yang akan dibalik ).
3. Lakukan pembalikkan perahu dengan menarik tali atau dengan bantuan T-grip dayung ( terlebih dahulu dikaitkan dengan tali ). Posisi pembalik perahu berada di bagian sisi yang menjadi tumpuan atau lawan dari sisi yang akan ditarik. Anggota tim dibawah bersiap - siap ( memegang erat toat perahu ). Perahu dibalik dengan cara tali ditarik ke arah belakang yang didahului dengan hentakan keras hingga perahu oleng terbalik kembali.
4. Setelah perahu terbalik seperti semula, posisi anggota tim yang tadinya diatas perahu terbalik kini berada dibawah dan sebaliknya dengan anggota tim yang dibawah kini berada diatas perahu.
5. Anggota tim yang kini diatas membantu menaikkan anggota tim yang berada dibawah.
6. Selama dalam pembalikkan perahu diusahakan agar barang - barang tidak boleh hilang contohnya dayung.
Penggunaan peralatan penyelamat dan tali - temali ( rescue rope )
Dalam self rescue juga digunakan alat bantuan dalam penyelamatan misalnya menggunakan rescue rope atau tali lempar ketika ada peserta yang hanyut, tertahan di hole, terperangkap di jeram, di atas batu, di eddies, ketika ada perahu yang wrap atau terjepit diantara batu.
Label:
Arung Jeram,
Flying Fox,
Fun Outbound,
Lokasi Wisata Alam Pacet,
Lokasi Wisata Arung Jeram,
Lokasi Wisata Rafting Pacet,
Obech Rafting,
Outbound Training,
Pacet,
Pacet Rafting,
Paintball,
Rafting,
Rafting Pacet,
Wisata Pacet Rafting,
Wisata Rafting Jawa Timur,
Wisata Rafting Pacet
Langganan:
Komentar (Atom)